CERMIN KEBENARAN
Cinta adalah makna kebenanaran dalam penciptaan. Itu sebabnya,
hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menanglap kebenaran. Cints tidak tumbuh dalam hsti
ysng dipenuhi keangkuhan, angkara murka dan dendam. Cinta melahirkan pengakuan
dan kerendahan hati. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan
pada mata hati kita. Begitulah cinta akhirnya membimbing tangan Abu Bakar, Al
Najasyi, atau Cat Steven kepada islam. Begitu juga akhirnya keangkuhan
menyesatkan Abu Jahal Heraklius atau
Sadam Husain. Cinta dalam jiwa, kata Iqbal, serupa penglihatan pada mata.
Pengetahuan bahkan bisa menyesatkan kalau ia tidak dibimbing
oleh kelembutan tangan cinta. Itu kebutaan, kata Enstein. Sebab ia tidak
melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Itu juga yang menjelaskan mengapa
ilmu pengatahuan modern justru menjauhkan Barat dari Tuhan. Disana cinta tidak
membimbing pengetahuan. Maka dengan penuh kayakinan Iqbal kemudian berkata
dalam Javid Namah:
Pengetahuan bersemayam dalam pikiran,
Tempat cinta ialah hati yang sadar-jaga,
Selama pengetahuan yang tidak sedikit juga mengandung cinta,
Adalah itu hanya permainan sulap si Samiri;
Pengetahuan tanpa Ruh Kudus hanya penyihiran
serial cinta|5
Anis Matta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar